Literasi Pedesaan launching di Desa Awo – Kab Wajo

Setelah melaunching gerakan literasi pedesaan dan pustaka bergerak desa2 Awo Kec Keera Kab Wajo, (27/12/17), Andi Ilham Paulangi (Institute Literasi Pedesaan) bersama Bung Nirwan Ahmad Arsuka (Pendiri Pusataka Bergerak), Irfan Mahmud (Kepala Balai Arkeologi Sulsel), Andi Akhmar (WD III Fakultas Ilmu Budaya Unhas), beranjak menuju Wisata Alam (Air Terjun) Sumpang Puli Desa Awo, Kec. Keera, Kab Wajo. Kami menyusuri hamparan perkebunan di sisi lereng gunung Cumpiga, Untuk menaiki bagian puncak dari air terjun, kami harus mendaki bebatuan besar, tebing-tebing sungai yang terjal. Cukup melelahkan, tak terhindarkan akhirnya harus berendam, buka baju, bahkan saya meminum air sungai, untuk mengatasi haus dan lelah. Wisata Alam “Sumpang Puli” benar – benar masih asli, dengan bebatuan besar, dikelilingi hutan lebat, udaranya sejuk. Luar biasa segarnya.

Pulang dari Wisata Alam Sumpang Puli, kami disambut warga disekitarnya yang sangat hangat dan ramah. Kami berkumpul di rumah Haji Jufri, salah satu tokoh masyarakat di dusun terpencil ini. Mereka umumnya bertani merica, kakao, cengkeh, dan tanaman jangka pendek seperti pisang dan kacang-kacangan. Mereka tak melepaskan kami pergi begitu saja tanpa bincang-bincang sekaligus dijamu makan malam. Ayam kampung ala “nasu palakko” menjadi menu utama makan malam kami yang penuh cerita, canda, dan persahabatan. Hati kecilku berkata “Alhamdulillah, orang-orang kampung ini begitu baik”.

Sambil bersantai mereka menceritakan awal kedatangan mereka, ketika membuka hutan lebat, dengan kayu-kayu besar menjadi kebun. Mereka bercerita bagaimana meninggalkan kampung halaman mereka, di Soppeng, berjalan kaki dari jalan poros (provinsi) hingga 30 an km menyusuri jalan setapak, berlumpur dan menyusur hutan. Mereka mensyukuri keadaannya kini yang sudah lebih baik, beberapa orang sudah berhaji, termasuk Pak Jufri.

Saat ini, para petani ini, sangat membutuhkan bacaan-bacaan tentang tata cara budidaya merica, dan cara mengatasi berbagai penyakit tanaman merica, utamanya penyakit akar busuk. Saya berharap ada teman-teman yang mengulurkan tangan mau membantu mereka, mengirim buku melalui pustaka bergerak via kantor pos setiap tgl 17 setiap bulannya. Termasuk jika ada yang sharing pengalaman dalam budidaya merica sangat mereka butuhkan.

#Pustaka bergerak
#Institut Literasi Pedasaan
#Gerakan Literasi Pedesaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *